update post

Minggu, 24 April 2016

Pyrexia - System Of The Animal CD 1997


Pyrexia - System Of The Animal
Serious Entertainment 1997

01 Confrontation 03:07   
02 Downsized 03:47   
03 System Of The Animal 02:07     
04 Closure 02:09   
05 Purging The Nemesis 02:25   
06 Day One 03:51   
07 Unscathed 02:40   
08 G.F.Y.S. (Go Fuck Your Self) 03:35 
  

Chris Basile - Guitars
Ryan Harrison - Bass
Rob Maresca - Drums
Keith DeVito - Vocals


Ternyata memang banyak ingatan gw saat ini lagi Flashback ke era 90-an, dimana gw mulai banyak banget mengenal Band2 dan Musik Metal, dimana masa2 gw dengan Adiksi Musik keras yang memang sudah mendarah daging sampai saat ini tetap gw rasakan Bayangan yang sama dan gw masih banyak teringat sekali bagaimana Gw pertama kali mendengar dan dari mana Gw kenal nih band atau lainnya, karena memang pada era 90-an Gw seperti terfokus dengan urusan musik dan musik saja, sampai gw lupa saat itu masa ABG, gw malah ga kayak anak jaman sekarang, yang udah tinggal menikmati perkembangan dan perabadan masa sebelumnya, dimana segalanya dibuat semakin mudah dan cepat, dan kalau masa ABG Gw ? hadew semuanya serba sulit coy !, mo dengerin lagu2 baru aja harus order ke Luar negeri atau hunting dibeberapa teman luar kota, kalau sekarang semuanya telah tersedia di Internet, Tinggal Download kita dapat semuanya, namun semuanya ini tentu bagi gw membawa sebuah Hikmah dan Cerita tersendiri hingga bagaimana gw menjadi seorang Diehard Fans Music Metal yang bener2 Mengagumkan sepanjang hidup gw sendiri hehehehe ... Btw tentang Rilisan salah satu Pioner New York Death Metal Sound yang banyak sekali mempengaruhi Generasi selanjutnya seperti Dying Fetus, yupz PYREXIA yang pertama kali Gw Denger dan Membuat Kagum hingga sekarang adalah Album " System Of The Animal " menjadi album ke-2 sejak Bergeser Konsep dari album sebelumnya yang bernuansa Brutal Death Metal, karena pada materi " System Of The Animal " ini Pyrexia lebih mencoba bermain Death/Groove Metal seperti yang dipopulerkan oleh Dying Fetus, Criminal element dan setongkrongannya. perjalanan membentuk Sound dan style ini juga sejalan dengan Almamater-nya Internal Bleeding. padahal seperti kita kenal sebelumnya era album pertama " Sermon of Mockery " tahun 1993, Pyexia jauh berbeda dengan materi album ke-2 ini, sentuhan Brutal Death metal sentuhan Groovy slam sana sini lebih tercantum pada album pertamanya. dan dengan lebih mendapat pengaruh kuat elemen Hardcore attitude, Pyrexia coba lebih memadukan dengan konsep death metal kentalnya, wew jelas ini sebuah terobosan lebih fresh sejak Internal Bleeding sedang asyik berslamming ria. Unlike Suffocation who instead pushed on into more complex and technical realms, the 'Rex went the other way, instead chasing sheer simplicity. While they were never a technically complex band, the used a lot of tempo shifts and more complex compositional techniques to create their music, on System of the Animal this is still present, but used in a very different way. memiliki kesamaan Visi dan Tongkrongan dengan Internal Bleeding, New York Hordes memang kerap memberi sentuhan pengaruh satu sama lain, ditambah beberapa nama ga asing berada dibalik semua ini. masih menampilkan Vokalis Botak Karismatik dengan style Emosional Growling-nya, Keith DeVito yang kita lebih dikenal sebagai vokalis utama di Internal Bleeding, juga maen diband death metal Catastrophic Bersama gitaris Obituary, Trevor Peres Bersama rekannya Drummer Rob Maresca menjadi alumni Formasi Pyrexia dialbum ini. kemudian Frontma gitaris Chris Basile masih tetap berdiri kokoh dibalik formasi Pyrexia sejak band ini terbentuk tahun 1990. oh ya sekedar informasi saja jika sejak Tahun 2001 Band ini pernah berganti nama menjadi Catastrophic dengan masuknya Trevor Peres dan berhasil merilis Album pertama " The Cleansing " Tahun 2001 namun ga lama setelah itu, Frontman Chris Basile menjadi kurang begitu nyaman berada dibawah nama Baru ini kemudian memutuskan untuk cabut dan membentuk Pyrexia kembali. memang Pyrexia pada masa itu mengalami masalah yang begitu pelik sehingga sempat memutuskan untuk Bubar jalan dan kemudian Kembali lagi dengan full album Ke-3 " Age of the Wicked " Tahun 2007. well kembali lagi ke materi " System Of The Animal " yang ada banyak Attitude Death Metal penting kita petik disini, walau bukan termasuk Masterpiece yang mencengangkan, Pyrexia lebih berhasil membawa Nuansa Baru dalam New York Sounding-nya. This album is extremely tame. This is the band’s first try at the whole death/groove thing, and it shows, they just hadn’t got it figured out yet, and the result is pretty sloppy and boring. They totally nail this style of music on their comeback album Age of the Wicked, and do proper brutal death metal with a lot of slower, and I hate to say it, slamming sections on the debut. This is a bit of crusty old glue in between which really has no significance. meskipun perubahan Drastis berbeda dengan sebelumnya, Track pertama " Confrontation " yang dimulai dengan sebuah Intro Pidato yang menggebu2, Pyrexia berikutnya menampilkan tempo Permainan Middown tempo groovy dan Slamming yang lebih mengingatkan dengan karakter Internal Bleeding, here they shifted to the goal of getting people moshing. The riffs are less sinister and a lot groovier, a technique which they used very effectively, memang lebih banyak membuat Adrenalin Moshpit Crowd terpecah dengan elemen headbang. Emosional Growling Keith DeVito terasa lebih powerfully jauh berbeda dengan Vokalis Darryl Wagner yang Deep Growl banget, mungkin masuknya Keith ini yang lebih membawa banyak pergeseran konsep Pyrexia dengan Karakter Vokalnya. Gaya Riffing Chris lebih banyak menawarkan Slamming groovy Part hampir disetiap aransemennya selain Fascinating Fast Riff, dan ini memang adalah debut pertamanya sebagai Gitaris, dan memang sebelumnya posisi Chris hanya di Bass. pergantian formasi yang lumayan Signifikan ini adalah sekian dari banyak faktor berubahnya Konsepsional Pyrexia style. seperti biasa Pro dan Kontra begitu album ini dilepas. " Downsized " masih terus menjadi Part ke-2 track sebelumnya, keep groovy Slamming Anthemic Created ! On the plus side, the grooves on this album are certainly more in line with brutal death than what they are, so this probably less likely to annoy total brutal death metal fans, but they're overused and aren't particularly good. The fact that these songs are only two minutes long and spend a minute and a half of the duration slamming really makes them lose all effect. mulailah Drummer Rob memainkan beberapa Hyperblastsnaring mantap in The Vein Suffocation Style ! seperti Sebuah Mesin saja, semakin dipanaskan semakin berjalan baik, semakin menjaga mindset Pyrexia tetap tampil sebagai Band Death Metal tanpa berlama2 terjebak dalam belenggu Hardcore Style. dan untuk menjawab semua itu Track " System Of The Animal " semakin tampil lebih sadis tempo-nya ! to being speedy and punishing, they just want to sit there and hit you with their heavy, low pitched bludgeoning. It's just the slow heavy part of the song, with all the speedy contrast almost entirely removed. Suffocation In the Vein terpadu dengan Masih Slammin Internal Bleeding menjadi sebuah komposisi liar yang mereka tawarkan begitu menendang pada Track ini. System of the Animal this is still present, but used in a very different way. lalu " Closure " gebrakan Part awalnya kembali mengusung Konsepsi Hardcore Part yang masih terasa kental balutan Breakdown-nya, beberapa Freak Middown tempo Heavy as fuck cukup bikin kepala Gw headbang ! progresi Fast Blastbeat Mantap tetap tidak terlupakan pada aransemen Track-nya yang menawan gw untuk tetap mengingat kehebatan album ini lebih terdapat pada Track ini hehehe .... " Purging The Nemesis " semakin powerfully aroma Brutal Part-nya dengan beberapa serangan Blastbeat Drummer Rob tetap menjaga imej Band Death Metal brutalnya saja. " Day One " memiliki Part awal yang memorable banget juga setelah Track " Closure ", kembali menghadirkan Slammin Party Groovy. it's not irritating for some reason despite being a poor match for brutal death, but due to the grooving nature of the album they do leave a little bit to be desired in terms of low end bludgeoning, which is what most of the album is focussed around. selanjutnya " Unscathed " memainkan Karakter Brutal Death Metal groovy yang banyak mempengaruhi Karakteristik Album Dying Fetus era " Stop At Nothing ", Khususnya pada gaya Vokalis Vince bernyanyi di Album DF ini, masih tau khan bagaimana itu ? hehehhee dan Track terakhir dipercayakan pada lagu " G.F.Y.S. (Go Fuck Your Self) " yang part awalnya Drummer Rob memainkan Perkusi Modern Drum-nya memang sengaja tetap untuk menciptakan Lingkaran Moshpit Crowd dengan membakar Adrenalin para Audiens dengan Anthemic Sing a long Characters ! meski album ini terdengar " Beda " terlebih para Fans mereka yang mengagumi Materi album Pertama harus terkaget kaget mendengar Progresi Baru mereka ini. band ini juga sempat menuai Khabar miring tentang isu Narsis dalam beberapa Lirik lagunya berdampak pada Attitude mereka sendiri. hadir dengan kover yang sepertinya telah mengalami " Sensor " atau memang sudah menjadi Konsep tersendiri yang imej-nya sendiri sudah lumayan menggambarkan Materi album ini, lebih simple tanpa Logo Pyrexia seperti album pertama. dan memang setelah mengalami reses formasi berujung sempat bubarnya band ini harus terbayarkan dengan Khabar reunian mereka dan merilis Album Kompilasi " Cruelty Beyond Submission " melalui label yang mereka kelola sendiri dengan menampilkan 3 lagu baru dari materi Full album " Age of the Wicked ", serta 8 lagu mastering ulang dari 3 rilisan sebelumnya, dan album ini beredar dikala Pyrexia sendiri sedang mengumpulkan formasi solid-nya. informasi terakhirnya, Chris Basile masih tetap berdiri kuat dibelakang nama Pyrexia dan menggandeng serta Drummer Berbakat terkenal Doug Bohn yang pernah memainkan Skill Drummingnya di Album " Pierced From Within "-nya Suffocation dan menambah lagi Member barunya, namun khabarnya juga masih simpang siur dari salah satu Pioner New York Sound ini. It just would have been nice to maybe give us a faster number early on too, I mean, the album is only 23 minutes long, adding in another fast track or two would hardly bloat the album which all deliver the blast beats and fury we'd all like to hear accompanying the otherwise overly mosh-friendly grooves.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar