Repudilation - Repudilation
Burning Dogma Records CD 2001
01. Fall of Oppression 03:55
02. Decimation 03:25
03. Eternal Depridation 03:34
04. Decay of Humanity 03:30
05. Intro 02:42
06. M.S.O. 03:46
07. Eternal Depridation 03:37
08. Decay of Humanity 03:31
Rich Turnbull - Vocals
Matt Ferrara - Guitars
Joe Reilly - Bass
Brian Wishin - Drums, Vocals
Hari ini, ketika istilah Slam Death Metal sudah menjadi label yang dipakai hampir sembarangan untuk setiap band yang menurunkan stem gitar sampai terdengar seperti mesin penggiling beton dan memainkan breakdown setiap tiga puluh detik, banyak orang lupa bahwa genre ini tidak lahir begitu saja dari rahim Devourment atau gelombang BDM awal 2000-an. Jauh sebelum media sosial, jauh sebelum logo yang tampak seperti semangkuk mie kusut menjadi syarat mutlak, dan jauh sebelum setiap band berlomba terdengar seperti salinan fotokopi dari salinan fotokopi, ada beberapa kelompok kecil yang sedang bereksperimen dengan sesuatu yang berbeda di bawah tanah New York. Salah satunya adalah Repudilation ! Dan jika sejarah ditulis dengan sedikit lebih adil, nama mereka seharusnya muncul jauh lebih sering ketika diskusi tentang asal-usul slam death metal dimulai. Sulit membahas Repudilation tanpa memahami konteks tempat mereka berasal. Pertengahan hingga akhir 1990-an merupakan masa ketika skena New York sedang mengalami mutasi yang menarik. Pengaruh besar dari Suffocation sudah menyebar ke segala arah. Hampir semua band brutal death metal dari wilayah tersebut membawa karakteristik Suffocation dalam kadar tertentu. Masalahnya, sebagian besar hanya berhenti pada tahap meniru, mengambil riff teknikal, mengambil pola drum, mengambil struktur lagu, mengambil vocal dan akhirnya terdengar seperti versi diskon dari sumber aslinya. Repudilation justru mengambil satu elemen yang paling sering diabaikan banyak orang: groove. Mereka memahami bahwa bagian paling mematikan dari musik Suffocation bukan hanya kompleksitas teknisnya, melainkan bagaimana riff-riff tersebut menghantam tubuh pendengar seperti balok beton yang dijatuhkan dari lantai tiga. Dari sinilah fondasi slam mulai terbentuk.
Mendengarkan materi demo awal " Purging of Impurity " hari ini terasa seperti membuka kapsul waktu dari era ketika slam belum memiliki aturan baku. Tidak ada formula, tidak ada template, tidak ada checklist, yang ada hanyalah naluri. dan naluri Repudilation sangat brutal.Begitu lagu pertama berjalan, karakter musik mereka langsung terasa berbeda dibanding mayoritas BDM era tersebut. Gitar dituning sangat rendah, bahkan untuk ukuran tahun 1996 terdengar hampir tidak masuk akal. Nada bass menyelimuti keseluruhan rekaman hingga musiknya terasa seperti datang dari dasar laut. Jika banyak band BDM terdengar seperti tank yang melaju di jalan raya, maka Repudilation terdengar seperti kapal selam yang meledak di kedalaman samudra, yang segalanya berat ! Inilah bagian yang sering memancing perdebatan. Siapa sebenarnya band slam death metal pertama? Sebagian orang akan menyebut Suffocation. Sebagian lagi menunjuk Internal Bleeding. Ada yang mengangkat nama Afterbirth, ada pula yang memilih Necrocide. Namun jika yang dibicarakan adalah perpaduan elemen-elemen yang nantinya menjadi identitas Slam Death Metal modern, maka Repudilation memiliki argumen yang sangat kuat. Mereka bukan yang pertama menggunakan slam, bukan yang pertama memainkan groove, tetapi mereka termasuk yang pertama menyatukan seluruh elemen tersebut menjadi satu bahasa musik yang utuh. dan ketika mendengar empat lagu pertama di kompilasi ini, sulit mengabaikan fakta bahwa banyak cetak biru yang kemudian dipopulerkan oleh Devourment sudah hadir di sini dalam bentuk yang lebih primitif, nah Devourment kemudian menyempurnakannya, tetapi benihnya sudah ditanam lebih dahulu.
Sayangnya, semua pujian tersebut hanya berlaku untuk separuh pertama rilisan ini. Di sinilah tragedi dimulai, karena setelah empat lagu pertama berakhir, kualitas keseluruhan kompilasi jatuh bebas seperti kulkas yang dilempar dari gedung apartemen. Alih-alih menampilkan evolusi band, bagian kedua justru memperlihatkan bagaimana rekaman yang buruk mampu membunuh materi yang sebenarnya menjanjikan, biasanya proses rekaman ulang dilakukan untuk memperbaiki kualitas, Repudilation berhasil melakukan kebalikannya, Prestasi yang cukup luar biasa jika dipikir-pikir. Versi baru dari: " Decimation ", " Eternal Depridation ", dan " Decay of Humanity " terdengar jauh lebih buruk dibanding versi aslinya. Gitar berubah menjadi kabut distorsi yang tidak jelas. Drum hampir menghilang. Vokal terdengar seperti direkam dari ruang sebelah menggunakan mikrofon rusak. Secara musikal tidak ada perubahan signifikan, Tidak ada interpretasi baru, tidak ada pengembangan ide, hanya kualitas yang lebih buruk, sulit memahami alasan keberadaan versi-versi ini selain sekadar dokumentasi. Ironisnya lagi, rilisan yang dimaksudkan sebagai arsip sejarah justru gagal menjadi arsip yang lengkap. Masih ada beberapa materi Repudilation yang tidak dimasukkan. Padahal durasi keseluruhan rilisan ini masih relatif pendek. Untuk sebuah band yang telah lama bubar dan memiliki diskografi terbatas, kesempatan membuat dokumentasi definitif seharusnya dimanfaatkan secara maksimal. Sayangnya itu tidak terjadi.
Akibatnya kompilasi ini terasa seperti buku sejarah yang kehilangan beberapa bab penting. Sebagai pengalaman mendengarkan secara utuh? Kompilasi ini tidak konsisten, sebagai dokumen sejarah? Sangat penting. dan terkadang dua hal tersebut memang tidak berjalan beriringan. Empat lagu pertama adalah fondasi yang membantu menjelaskan bagaimana slam death metal berkembang menjadi subgenre tersendiri, Empat lagu berikutnya lebih terasa sebagai catatan kaki yang kurang menyenangkan. Repudilation menjadi contoh klasik band yang datang terlalu cepat untuk mendapatkan penghargaan yang layak, Mereka tidak memiliki katalog besar, tidak memiliki promosi besar, tidak memiliki karier panjang, tetapi mereka memiliki sesuatu yang jauh lebih berharga: pengaruh. Empat lagu demo awal mereka tetap berdiri sebagai salah satu artefak paling penting dalam evolusi slam death metal. Kasar, primitif, brutal, dan sangat jauh dari pendekatan steril yang mendominasi sebagian besar slam modern. Namun kompilasi ini juga menjadi pengingat bahwa nilai historis tidak selalu berarti kualitas yang merata. Setengahnya adalah cetak biru yang luar biasa. Setengah lainnya adalah kumpulan rekaman yang terasa seperti diselamatkan dari kaset yang tertinggal di bagasi mobil selama musim panas. Jika ingin memahami akar slam death metal, dengarkan empat lagu pertama dan pelajari setiap detiknya. Jika ingin mendengar keseluruhan kompilasi, siapkan volume kontrol, kesabaran ekstra, dan sedikit toleransi terhadap produksi yang terdengar seperti direkam dari dasar saluran pembuangan. Karena di balik segala kekurangannya, Repudilation tetap merupakan salah satu nama yang membantu membangun fondasi sebuah subgenre yang kelak meledak ke seluruh dunia, meski ironisnya banyak pendengar modern mengenal hasil panennya tanpa pernah mengetahui siapa yang pertama kali menanam benihnya.


Post a Comment