SCATTERED REMNANTS : The Real Procreating Mass Carnage !

SCATTERED REMNANTS : The Real Procreating Mass Carnage !

Kalau kalian masih berpikir brutal death metal itu hanya sekadar lomba siapa paling cepat, paling kencang, dan paling tidak jelas, berarti kalian belum ketemu tamparan mentah band bernama Scattered Remnants. Unit asal Leominster, Massachusetts, Amrik ini bukan sekadar bagian dari gelombang 90-an, mereka adalah bukti bahwa kekacauan yang terlalu kotor justru bisa jadi warisan yang tidak bisa diduplikasi, bahkan oleh teknologi modern yang katanya serba canggih itu. Mari kita mulai dari rilisan yang sering dibisikkan seperti mitos urban di kalangan kolektor " Procreating Mass Carnage ". Ini bukan demo biasa yang sekadar jadi batu loncatan menuju album penuh. Ini adalah semacam " artefak biologis " yang terdengar seperti ingin menyusup ke aliran darahmu, pelan tapi pasti, dengan racun groove khas New York Death Metal (NYDM) yang tidak sok teknis tapi tetap mematikan. Dan ya, kalau kalian berharap produksi bersih ala studio mahal, silakan kembali ke playlist sterilmu, karena di sini, kekotoran justru jadi nilai jual.

Awalnya, banyak orang termasuk mungkin kalian juga mengira Scattered Remnants hanyalah band generik 90-an: muncul sebentar, rilis demo, lalu hilang ditelan waktu. Tapi begitu " Procreating Mass Carnage " diputar, asumsi itu langsung hancur seperti tulang kena slam riff. Ini adalah salah satu materi paling primitif dan menghancurkan yang pernah lahir dari era brutal death metal awal jenis sound yang tidak dibuat dengan niat sempurna, tapi justru karena itu terasa lebih hidup dan berbahaya. Riff gitar dari Jay Sarate adalah contoh nyata bahwa ketidaksempurnaan bisa jadi senjata. Permainannya kasar, nyaris seperti tidak disengaja, tapi justru di situlah letak magisnya. Ada lapisan " Raw " yang tidak bisa ditiru bukan karena orang tidak mampu, tapi karena zaman sudah terlalu bersih untuk menghasilkan kekacauan sejujur ini. Bayangkan pola riff ala Suffocation, tapi diperlambat cukup untuk membiarkan setiap nada terasa menghantam, bukan sekadar lewat seperti angin. Di atas fondasi itu, vokal yang mengingatkan pada era awal Cryptopsy masuk seperti makhluk yang tidak diundang liar, brutal, dan tidak peduli apakah kamu siap atau tidak. Ini bukan vokal yang ingin terdengar rapi, ini vokal yang ingin terdengar seperti sesuatu yang seharusnya tidak keluar dari tubuh manusia.

Yang bikin banyak orang geleng-geleng kepala adalah fakta sederhana: materi seperti ini hampir mustahil direplikasi hari ini. Bukan karena musisinya kurang jago justru sekarang banyak yang lebih teknis. Tapi karena ada " anomali " dalam rekaman ini. Semacam kombinasi waktu, tempat, mentalitas, dan keterbatasan yang menghasilkan sesuatu yang tidak bisa diulang. Tiga puluh tahun kemudian, dengan gear mahal dan software canggih, hasilnya justru sering terasa kosong. Ironis, ya? Lalu masuk ke fase berikutnya album penuh " Destined to Fail ". Nah, ini titik di mana Scattered Remnants berhenti jadi sekadar legenda demo dan mulai dianggap serius di kancah internasional. Berkat distribusi dari Label asal Spanyol yang tinggal kenangan dan memulai sejarah baru, Repulse Records, nama ini sudah tinggal kenangan telah melahirkan nama Deeds of Flesh diawal karirnya, nama mereka mulai keluar dari lingkaran kaset kopi-an dan masuk ke radar publik yang lebih luas pada saat itu.

Perubahan terbesar datang dari sentuhan gitaris barunya, Rob Settergren. Kalau sebelumnya musik mereka terasa seperti kekacauan yang liar, di sini kekacauan itu mulai diatur” bukan dilemahkan, tapi diperdalam. Atmosfer jadi lebih gelap, lebih kompleks, dan lebih terstruktur tanpa kehilangan taringnya. Ini bukan kompromi, ini evolusi. Menariknya lagi, posisi drum saat itu diisi oleh musisi tambahan, Derek Kerswill, nama yang bukan kaleng-kaleng, pernah terlibat dengan band besar seperti Shadows Fall, Stryper, hingga Kingdom of Sorrow justru bukan dari genre Death Metal. Dan ya, walaupun hanya sebagai additional player, kontribusinya memberi fondasi ritmis yang solid untuk menopang kekacauan terstruktur tadi. Meski begitu, tetap ada satu ironi klasik: diskografi mereka tidak produktif. Tidak ada banjir rilisan, tidak ada strategi marketing agresif, tidak ada upaya jadi besar. Tapi anehnya, nama mereka terus disebut. Kenapa? Karena kualitas tertentu tidak butuh kuantitas untuk diingat. Cukup satu atau dua pukulan yang tepat sasaran, dan kamu akan diingat lebih lama daripada yang sibuk produksi tapi kosong isi. dan yang menarik di " Destined to Fail ", band ini menambahkan vocalis cewek tamu, Bonnie Dion mengisi track-nya menjadi terasa lebih Gothic nuansanya.

Scattered Remnants adalah contoh sempurna bahwa brutal death metal tidak selalu tentang siapa paling cepat atau paling teknis. Kadang, yang paling berbahaya justru yang paling jujur, kotor, mentah, dan tidak bisa diulang. " Procreating Mass Carnage " adalah bukti bahwa kekacauan bisa jadi seni, sementara " Destined to Fail " menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar kebetulan. Dan kalau sampai hari ini kamu belum pernah mendengarnya, mungkin masalahnya bukan karena band ini kurang besar tapi karena kalian terlalu lama nyaman di zona aman death metal yang sudah dipoles rapi.

Discography

* Scattered Remnants ' Demo 1993      
* Procreating Mass Carnage ' Demo 1994     
* Inherent Perversion ' EP 1995     
* Destined to Fail ' Full-length 1998     
* Indulgence in Masochism ' Compilation 2002

Procreating Mass Carnage

<iframe width="790" height="430" src="https://www.youtube.com/embed/oaKnyq6u7uE?si=G64MIjcm6rLD_AL-" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>

Inherent Perversion

<iframe width="790" height="430" src="https://www.youtube.com/embed/wZ53nzC2h0M?si=DDIlUgTmBsuCAm6P" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>

Destined to Fail

<iframe width="790" height="430" src="https://www.youtube.com/embed/TwMbs56eDro?si=0lU6wKW44P717UCJ" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>

Indulgence in Masochism

<iframe width="790" height="430" src="https://www.youtube.com/embed/humq9on1uek?si=1Q91JSe6d1tx2vt4" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>

Post a Comment

Previous Post Next Post