ENTORTUREMENT : Tidak Sekedar Headbang, Namun Memicu Ajojing Sepanjang Aransemen

ENTORTUREMENT : Tidak Sekedar Headbang, Namun Memicu Ajojing Sepanjang Aransemen

Ada satu ironi yang terlalu sering terjadi di scene metal yang menyebar keseluruh penjuru dunia : band yang dibentuk hanya berdasarkan " iseng " justru menghasilkan karya paling jujur, sementara band utama yang katanya serius, malah sibuk mengulang formula sampai kehilangan nyawa. " Selamat datang di era proyek sampingan yang tidak pernah berniat jadi besar tapi justru meninggalkan bekas paling dalam ". Fenomenanya sederhana, tapi menyakitkan. Sekelompok musisi yang kelelahan dengan band utama mereka entah karena tekanan label, ekspektasi fans, atau sekadar jenuh memainkan riff yang sama selama bertahun-tahun, akhirnya berkumpul dalam proyek " Pelarian ". Tidak ada target besar. Tidak ada strategi pasar. Hanya satu hal: kebebasan ! Dan dari kebebasan itu, lahirlah sesuatu yang ironisnya lebih segar, lebih berani, dan lebih " hidup " daripada katalog utama mereka sendiri. Masalahnya? Mereka tidak pernah benar-benar berniat mempertahankannya. Satu rilisan. Satu ledakan ide. Lalu bubar ! Alasannya klasik: jadwal padat, prioritas band utama, atau sekadar kehilangan momentum. Tapi dampaknya jauh lebih menarik. Karena karya yang awalnya dianggap " cuma gabut " itu justru berkembang menjadi sesuatu yang langka secara harfiah dan secara nilai. Di titik ini, kita masuk ke fase kedua: mitologisasi !  

Rilisan itu mulai sulit ditemukan. Tidak ada reissue. Tidak ada promosi lanjutan. Tidak ada klarifikasi dari band. Dan seperti hukum alam dalam musik underground: semakin sulit diakses, semakin tinggi nilainya. Kolektor mulai berburu. Forum mulai membahas. Nama yang dulu bahkan tidak dianggap penting, tiba-tiba jadi bahan diskusi serius. Lucu, bukan? Bandnya sudah tidak ada. Tapi gaungnya justru baru mulai. Pertanyaannya kemudian: apakah ini hanya fenomena sesaat? Sebagian, Banyak proyek seperti ini memang hanya jadi catatan kaki dikenang sebentar, lalu tenggelam lagi. Tapi ada juga yang bertahan sebagai artefak kecil yang terus dibicarakan, justru karena mereka tidak sempat " dirusak " oleh ekspektasi, tekanan industri, atau keinginan untuk mengulang kesuksesan. Karena di sinilah poin paling pentingnya: Karya itu tidak pernah dipaksa untuk menjadi sesuatu. Dan justru karena itu, ia menjadi sesuatu. Berbeda dengan band utama yang sering terjebak dalam siklus produksi, rilis, tur, ulangi proyek " iseng " ini lahir dari momen yang spesifik: kejenuhan, kebebasan, dan kejujuran. Kombinasi yang sulit direkayasa. Apakah ini kerangka baru dalam berkarya? Tidak juga. Ini bukan model industri. Ini lebih seperti anomali yang terus berulang. Pola yang muncul bukan karena dirancang, tapi karena kondisi yang sama terus terjadi: musisi butuh ruang bernapas, dan kadang ruang itu justru menghasilkan karya terbaik mereka. Masalahnya, mereka sering tidak menyadarinya. Jadi akhirnya, kita sebagai pendengar yang harus menerima kenyataan pahit itu: beberapa karya terbaik akan selalu datang dari proyek yang tidak pernah dimaksudkan untuk bertahan. Dan ketika mereka hilang, kita tidak hanya kehilangan band, kita kehilangan kemungkinan dari apa yang seharusnya bisa menjadi sesuatu yang lebih besar. 

Seperti halnya yang terjadi dengan Band yang punya partisi musikal asyik bagi penggemar NYDM yang terkenal slam Groovy Part Ajojingnya yang bikin nagih asal Long Island, New York, Siapa lagi kalo Bukan ENTORTUREMENT ! Unit NYDM Generasi menarik ini dimulai sejak tahun 1998 dari band yang bernama Abhorrent yang kemudian berganti nama menjadi Bearded Fetus, yang tahun 1997 Bearded Fetus punya demo " Hooray for Vagina " sebagai Cikal bakal member dan Musikal yang ditarik dalam garis lurusnya, member awalnya adalah Drummer Brian Wishin (yang tercatat sebagai ex-Mangled, ex-Repudilation, The Unattended, ex-Internal Bleeding (live), ex-Skinned (live), ex-Twisted Fate), lalu ada Gitaris Andy,  Bassis dan Vocalis Sensei Feelherflaps (ex-Internal Bleeding), dan Vocalis Big Daddy membikin demo dengan komposisi Death Metal Humor banget karakteristik komposisinya kayak pengen " Ndagel " banget bawaanya lewat lirik lirik tentang " selangkangan " klop banget dah dan Demo ini konon katanya cuman dicetak 300 telah sold out dan menjadi salah satu barang " Ghaib " para Kolektor saat band ini sendiri tampil konyol juga dengan gimmick nama palsunya. komposisi musikal Bearded Fetus ini kemudian dibuat lebih serius di ENTORTUREMENT

Maka tahun 1998 berkumpulah beberapa member Bearded Fetus hingga bertemulah kembali Drummer Brian Wishin, Gitaris Andy alias Pete Mussillo, Bassis dan Vocalis Sensei Feelherflaps alias Jay Carbone, Vocalis Big Daddy alias Tim Pittides dan menambah tandem Gitaris dengan menarik Kirill Gluharev (Alpharist, ex-Empire of Dust, ex-Nemacyte, ex-Backslap), dengan imej yang jelas bukan Bearded Fetus banget, karena ENTORTUREMENT menjadi proyek serius ! lalu tanggal 23 - 29 Agustus 1998 berangkatlah mereka ke Vudu Studios, Massapequa, New York untuk ditangani oleh Enjiner Mike Watts dengan asisten enjiner-nya Sean Hanney dan Anthony Chiarella berhasil merilis EP Pertama ditahun 1998 " Descend into Deprivation " dirilis lewat label Independen sendiri, Lo Cash dalam format CD. EP ini asli memperlihatkan gaya serius mereka membuat bentuk yang menarik dan enerjik lagi konsep dari Internal Bleeding dan Suffocation. Fun gem EP from NYC. Barely 15 minutes long but lots of ass-kicking taking place with some real psycho ferocity behind this. Grimey as you'd hope this type of music to sound. Not long enough to get a super high score, but lots of fun while it's on. Meski hasil sound-nya dirasa Kurang dan terdengar Kasar, ENTORTUREMENT siap menjadi Rising Total Fucking Slam selanjutnya ! banyak pendengar yang memberikan opininya " Ini mungkin sebenarnya salah satu album tersulit yang akan pernah kalian dengar dalam hidupmu. Proyek ini sangat berorientasi pada groove dan produksi yang mentah serta simply yang membuatnya terasa sangat nyata dan autentik ! ", Ga bisa bayangin dah kalo Rekamannya ditangan orang yang lebih tepat. Dari soul ala Internal Bleeding yang kuat dan sentuhan enerji dari Suffocation, kayaknya ENTORTUREMENT ingin menciptakan warna tersendiri yang lebih " Having Fun and More Headbang ! ", aransemennya selalu mengajak kita untuk Bergoyang ga Headbanger aja, bahkan Karakter pattern vokalnya bak Vocalis Rapper !

Ada jenis tragedi yang hanya dimengerti oleh penggemar Scene underground: band yang nyaris jadi sesuatu, lalu menghilang begitu saja tanpa penjelasan, tanpa penutup, tanpa rasa bersalah. Kasus ENTORTUREMENT adalah contoh klasik dari absurditas itu. Setahun setelah rilisan awal mereka, bukannya naik level dengan produksi lebih matang atau album penuh yang layak, mereka justru merilis sebuah promo tape berjudul " Decryption " format kaset, direkam live saat rehearsal, dan yang lebih ironis lagi: hanya dalam waktu dua jam. Ya, dua jam. Waktu yang biasanya bahkan belum cukup untuk menyetel soundcheck dengan benar, tapi di sini dijadikan fondasi rilisan " resmi ". Dan anehnya? Justru itu yang membuatnya menarik. " Decryption " bukan sekadar demo; ini adalah snapshot mentah dari band yang tidak punya waktu or mungkin tidak punya niat untuk menyempurnakan dirinya. Tidak ada overdub rapi, tidak ada polishing produksi, tidak ada manipulasi digital. Yang ada hanya energi mentah, kesalahan kecil yang dibiarkan hidup, dan atmosfer rehearsal yang terasa terlalu jujur untuk disebut produk. Masalahnya bukan pada kualitas. Masalahnya adalah kelanjutannya atau lebih tepatnya, ketiadaannya. Alih-alih memanfaatkan momentum, ketika penggemar mulai memperhatikan dan menunggu langkah berikutnya, ENTORTUREMENT justru memilih jalur paling membingungkan: diam lalu hilang. Tidak ada album lanjutan, tidak ada klarifikasi, tidak ada perpisahan resmi. Seolah-olah band ini sendiri tidak pernah yakin apakah mereka benar-benar ada. Dan di sinilah sarkasme mulai terasa pahit. Di saat banyak band mati-matian mencari perhatian dengan strategi promosi yang berisik, ENTORTUREMENT justru mendapatkan perhatian itu secara organik, lalu membuangnya begitu saja. Bukan karena gagal. Tapi karena ya, tidak dilanjutkan. " Decryption " akhirnya menjadi bukan hanya rilisan terakhir, tapi juga epitaf. Sebuah penutup yang tidak direncanakan, tapi terlanjur terjadi. Dan seperti banyak artefak underground lainnya, nilainya justru meningkat setelah semuanya berakhir. Langka, diburu kolektor, dibahas ulang, semua itu datang setelah bandnya tidak lagi ada. Lucu, ya? Saat mereka hidup, mereka setengah terlihat. Saat mereka hilang, mereka jadi legenda kecil. Jadi apa yang sebenarnya kita hadapi di sini? Bukan sekadar band yang bubar. Tapi potensi yang tidak pernah diberi kesempatan untuk berkembang. Dan mungkin itu yang paling menyakitkan dari semuanya: bukan karena mereka gagal tapi karena mereka bahkan tidak mencoba cukup lama untuk benar-benar diketahui.

Ketika Karya mereka udah Sold Out dipasaran menjadi Rilisan " Rare " sekali dan respon yang semakin bagus ketika rilisan mereka adalah Masterpiece NYDM yang mempengaruhi Musikalitas generasi selanjutnya, Beruntung Label Colombia, Supreme Musick yang tahun 2001 pernah merilis Split-nya band brutal Goretrade & Carnal, " Violent Visions " Demo-nya band Brutal asal Colombia, Souledge dan EP nya Vomit Remnants " Indefensible Vehemence ", menghadirkan kembali Debut ENTORTUREMENT tersedia lagi dipasaran ! hasilnya Supreme Musick merilis ulang semua materinya dalam 1 rilisan bertajuk " Digging Up the Remains " yang berisi EP " Descend Into Deprivation " dan PromoTape " Decryption ", dan Parah-nya sejak dirilis, " Digging Up the Remains " masih menjadi produk yang " Rare " kembali sampai hari ini sejak dirilis tahun 2001, makanya banyak label yang coba merilis ulang kembali untuk memenuhi permintaan pasar.

Descend into Deprivation EP 1998



Digging Up the Remains 2001

Post a Comment

Previous Post Next Post